Daftar isi
Rumah untuk Beristirahat dan Kembali Merasakan Suasana Desa
Berada di selatan Kota Yogyakarta, tepatnya di sekitar Jl. Parangtritis, rumah ini dirancang sebagai tempat istirahat bagi keluarga yang sehari-hari tinggal dan bekerja di Jakarta. Rumah ini sengaja didesain untuk membawa pemilik serasa pulang ke rumah masa kecil setiap kali mudik.
Lokasi rumah berada di kawasan pedesaan. Di lingkungan yang masih kental interaksi antarwarga, satu halaman besar umumnya dimiliki secara turun-temurun dan di dalamnya berdiri beberapa rumah yang masih dalam satu keluarga besar. Batas antarhalaman sering kali hanya berupa pagar sederhana atau tanaman hidup. Walau sekilas tampak seadanya, namun justru itulah yang menjaga kedekatan dan interaksi antar tetangga yang sudah terjalin akrab sejak lama.
Dengan pertimbangan itu, rumah ini sengaja dibangun tanpa pagar agar tetap menyatu dengan lingkungan sekitar. Klien ingin rumah barunya tidak tampil mencolok dibandingkan tetangga, tetapi tetap memiliki karakter kuat yang mencerminkan kepribadian mereka.
Desain yang Menyesuaikan Iklim Tropis
Atap miring yang curam bukan hanya untuk estetika, tapi juga menjadi respon terhadap curah hujan yang tinggi di Indonesia. Kemiringan ini membuat air hujan dan kotoran cepat turun. Meminimalkan risiko bocor dan kerusakan atap dalam jangka panjang.
Selain itu untuk menjawab kebutuhan klien akan ruang berkumpul anak-anak, ditambahkan mezanin di bawah atap. Area ini menjadi ruang fleksibel, dapat digunakan untuk membaca, bersantai, atau sekedar berkumpul.
Material Lokal dengan Nilai Historis
Material bata ekspos dan lantai tegel menjadi pilihan klien. Bata ekspos digunakan untuk menampilkan rumah agar tampak sederhana dan tidak mencolok, namun tetap memiliki daya tarik visual yang kuat. Teksturnya yang alami memberi karakter hangat, sekaligus menghadirkan kesan jujur dan apa adanya. Ini sesuai dengan keinginan klien agar rumah ini menyatu dengan lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, penggunaan tegel lantai menjadi cara menghadirkan suasana kembali ke rumah masa kecil. Tegel memang merupakan material lokal yang banyak digunakan di rumah-rumah jaman dulu. Dibuat dengan campuran semen berpigmen dan dicetak manual. Tegel dikenal tahan lama, mudah dibersihkan, serta memiliki motif dan warna yang khas. Selain memberi nilai estetika, tegel juga sangat nyaman digunakan di iklim tropis karena permukaannya dingin.
Perpaduan bata ekspos dan tegel menghasilkan suasana yang hangat dan penuh nostalgia. Rumah terasa hidup tanpa perlu banyak ornamen, karena keindahannya hadir dari material itu sendiri.
Mengenal Material Bata Merah
Bata merah sudah lama menjadi bagian dari arsitektur di Indonesia. Hampir di setiap daerah, rumah-rumah dibangun dari bata bakar yang dibuat oleh pengrajin lokal. Meski terlihat sederhana, tiap bata punya cerita dan caranya sendiri dalam memberi karakter pada bangunan.
Secara umum, bata merah ada beberapa jenis. Yang paling banyak digunakan adalah bata bakar tradisional, terbuat dari tanah liat yang dibentuk lalu dibakar di tungku. Warnanya cenderung tidak seragam, tapi justru itu yang memberi kesan alami dan hangat. Ada juga bata pres, bentuknya lebih rapi karena dibuat dengan cetakan mesin. Jenis ini sering dipilih untuk tampilan bata ekspos karena permukaannya halus dan kuat. Selain itu, kini mulai dikenal pula bata tanpa bakar, yang dibuat dengan tekanan tinggi tanpa melalui proses pembakaran. Jenis ini lebih ramah lingkungan, tetapi ketahanannya terhadap air belum sebaik bata bakar.
Setiap jenis memiliki kelebihan masing-masing. Bata tradisional memberi nuansa alami dan adem di iklim tropis, sementara bata pres cocok untuk tampilan bersih dan rapi. Hanya saja, semua jenis bata tetap membutuhkan pelindung atau coating agar tidak mudah lembap dan berjamur.
Pada rumah ini, kami menggunakan bata bakar tradisional dari pengrajin lokal. Warnanya yang hangat dan teksturnya yang alami membuat dinding terasa hidup meski tanpa finishing tambahan. Setiap susunan bata menampilkan keunikan tersendiri, tidak ada yang benar-benar sama. Ini menciptakan tampilan yang jujur, hangat, dan selaras dengan suasana pedesaan di sekitarnya.
Kolaborasi Terbuka
Selama proses desain dan pembangunan, Cipta Mahatama selalu memberikan alternatif desain disertai dengan estimasi biaya secara transparan. Pendekatan ini membantu klien menyesuaikan keputusan desain dengan anggaran tanpa kehilangan kualitas yang diharapkan.
Seluruh progres pembangunan dilaporkan secara harian, sehingga meskipun klien berdomisili di Jakarta, komunikasi tetap lancar dan keputusan dapat diambil dengan cepat.
Rumah ini bukan hanya tempat singgah, tetapi juga wujud dari impian keluarga yang ingin merasakan kembali ke masa kecil, dan ketenangan khas pedesaan. Desain dan hasil pembangunan sepenuhnya disesuaikan dengan keinginan serta anggaran klien.
Ingin rumah yang sederhana tapi tetap berkarakter?
Konsultasikan konsepnya bersama kami.
Satu rumah, satu cerita.
Kami percaya bahwa desain terbaik lahir dari kolaborasi dan komunikasi dua belah pihak.
Ketika klien memahami setiap keputusan dan kami membantu mewujudkannya secara profesional, hasilnya selalu lebih dari sekadar rumah.


